Postingan

Cinta Besar

Gambar
Cinta Besar Bahasa terindah yang mendampingi manusia, tak memiliki wujud, namun rasanya sampai. Dan ia bisa begitu indah, memberi ruang tanpa menyesakkan, hadir tanpa menyesal, dan tersampaikan dengan tepat. Bisa terasa begitu besar, hingga yang diterima terasa lebih dari cukup, seolah tak akan habis dimakan waktu. Namun manusia sering lupa, yang terlalu besar pun bisa menjadi berat. Jika datang terlalu cepat, terlalu banyak, hingga ruang perlahan menghilang. Ruang untuk bernapas, Ruang untuk merasa nyaman, hangat, dan pulang. Ternyata yang dibutuhkan bukan seberapa besar cintanya, melainkan cinta yang cukup dan seimbang. Bukan tentang besar atau kecil, tapi tentang bagaimana cinta itu mampu bertahan dalam setiap dinamika. Yang dicari hanyalah: hangat yang cukup, rasa yang cukup, dan cinta yang cukup— dari seseorang yang mampu. Bukan tidak mampu menampung, hanya harus mampu menerjemahkan dengan sederhana, Yang mampu belajar bahwa yang di mau tidak selalu besarnya, tapi takaran yang di ...

Ramai yang Paling Sunyi

Gambar
Hening ini ramai. Semua orang sedang berbicara, menguatkan, mengingatkan untuk sabar. Tapi tak satu kata benar-benar hinggap.   Semuanya terlalu cepat untuk kucerna, dan terlalu lambat saat semua orang sibuk berduka.  Tak ada kata “ikhlas” yang ringan di lidah. Semuanya berat—seberat dunia yang ikut runtuh, bersama harapan dan cintanya. Dia duniaku. Dia cinta pertamaku.  Masa depanku yang indah—aku bayangkan masih bersamanya meskipun tua dan keriput,  Tapi sekarang dia menghilang, bersama tanah itu.   Basah. Tak rata. Harum bunganya masih tercium. "Maafkan jika beliau banyak salah. Doakan jalannya lapang.”   Tapi aku ? Aku masih berdiri di antara bunga dan nisan menunggu keajaiban bernama “pulang.” seperti hari-hari biasa.  Aku menantinya di ujung senja, seolah hari berjalan seperti biasa. Pulang kerja. Masuk rumah.  Suaranya. Harumnya.  Tapi itu tak pernah terjadi lagi.   Rumah ini masih menunggunya,  Suaranya tak pernah terde...

HENING YANG BISING

Gambar
Rasa ini datang dengan sangat elegan, indah tanpa terburu.  Rasa syukurku melebihi apapun. Karena dalam rasa ini dititipkan perasaan untuk berubah, menata, menjadi dewasa, realistis dan berlapang dada. Aku sadar bahwa akan banyak kemungkinan yang hadir dan menyapa. Ketenangan perasaan ini yang semakin tumbuh membuatku semakin menjatuhkan hati. Aku merasa ikut tumbuh dalam banyak hal. Kehidupan masih berputar, kesibukan masih berjalan. Aku menjadi paham arti kedewasaan dalam mencintai. Menahan semua agar tetap berada di tempatnya, menahan diri untuk menjaganya dari jauh. Tempatku sagat jauh, itu yang aku rasakan. Bebanku sangat berat karena selain berperang dengan diri sendiri, aku juga harus berperang dengan ketidaktahuanku tentang dunianya. Perasaan ini membebani seiring berjalannya waktu. Memaksaku bertahan tanpa kepastian. Bertahan tanpa ujung yang jelas. Semua bias, abu-abu. Bahkan setitik harapanpu seolah menolak mendekat. Dunia hanya tahu jika jalanku begitu mudah, ...